Selasa, 23 April 2013

Website Hacker :)


www.backtrack-linux.org :)
selamat berbagi ilmu :)

salam sahabatku :)
banyak Baca Banyak Ilmu :)

Seni Berbakti pada Orang Tua

3 class="post-title entry-title"> Seni Berbakti pada Orang Tua

Bagi yang belum pernah merasakan nikmat dan indahnya berbakti kepada orang tua

Bagi yang belum maksimal berbakti kepada mereka

Ketauhilah…bahwa ternyata dalam usaha untuk melaksanakan bakti terdapat seni!

Seni bagaimana bertutur kata yang baik…mencari kata-kata yang tidak menyakiti orang tua.

Seni bagaimana membuat orang tua selalu tersenyum bahkan kalau bisa tertawa riang gembira.

Seni bagaimana menahan rasa ingin makanan dan minuman yang tersedia karena dikira orang tua juga menginginkannya.

Seni bagaimana berusaha mencari makanan dan minuman yang diinginkan oleh orang tua, meskipun terkadang harus kepanasan, kehujanan.

Seni bagaimana lebih mendahulukan mereka dibandingkan anak dan istri tanpa menelantarkan anak dan istri.

Seni bagaimana menjaga perasaan orang tua.

Seni bagaimana bersikap tawadhu’ di depan orang tua.

Seni ketika menafkahi orang tua, bagaimana kita harus lebih beriman kepada janji Allah Ta’ala dalam hal memberikan nafkah, meskipun terkadang kita dalam keadaan sulit dan kepepet.

Seni bagaimana agar orang tua tidak malu menerima pemberian kita, anaknya.

Dari sinilah akhirnya, semoga kita lebih memahami:

1- Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh seseorang lebih mendahulukan berbakti kepada orang tuanya dibandingkan berjihad ( sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari)

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ ( جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ ).

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata; “Pernah seseorang mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu ia minta izin untuk berjihad, Lalu Beliau bertanya: “Apakah kedua orang tua masih hidup?” Orang itu menjawab:”Iya”. Beliau bersabda: “Berjihadlah dalam mengurus keduanya.” HR. Bukahri.

2- Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seseorang untuk tetap diam bersama ibunya, karena pada kedua kaki ibunya terdapat surga.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ، أَنَّ جَاهِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ فَجِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ. قَالَ: «أَلَكَ وَالِدَةٌ؟» قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «اذْهَبْ فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ عِنْدَ رِجْلَيْهَا» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ.

Artinya: “Mu’awiyah bin Jahimah meriwayatkan bahwa Jhimah radhiyallahu ‘anhu pernah mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: “Sungguh aku ingin berperang, dan aku datang meminta petunjuk kepada engkau?”, beliau bersabda: “Apakah kamu memiliki ibu?”, ia menjawab: “Iya”, beliau bersabda: “Pergilah dan tinggallah bersamanya, karena sesungguhnya surga pada kedua kakinya.” HR. Al Hakim, beliau berkata: “Hadits ini adalah yang shahih sanadnya dan belum disebutkan oleh kedua imam (Yaitu Imam Bukhari dan Muslim).

3- Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang pemuda yang telah membuat ibunya menangis untuk kembali membuatnya tertawa.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ ( أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي جِئْتُ أُرِيدُ الْجِهَادَ مَعَكَ أَبْتَغِي وَجْهَ اللَّهِ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَقَدْ أَتَيْتُ وَإِنَّ وَالِدَيَّ لَيَبْكِيَانِ قَالَ فَارْجِعْ إِلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا ).

Artinya: “Abdullah bin ‘Amr berkata: “Seseorang pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku datang ingin berjihad bersama, aku berharap wajah Allah dan kehidupan ahirat, dan aku telah datang dalam keadaan kedua orang tuaku benar-benar menangis?”, beliau menjawab: “Kalau begitu, kembalilah kepada keduanya, buatlah mereka berdua tertawa sebagaimana kamu telah membuat mereka berdua menangis.” HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan An Nasai.

Sobat …

Sungguh pemandangan yang terindah, yang sangat sulit dilupakan bagi seorang anak shalih. semoga Allah Ta’ala membantu kita mewujudkannya. Allahumma amin.



Penulis: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

Artikel Muslim.Or.Id

Posting : Yogi Pangestu copas dari Khumaira Yunies ( Hayun Nisa Az-Zahra')

Rabu, 03 April 2013

AMALAN ANAK YANG BISA DILAKUKAN JIKA ORANGTUA YANG SUDAH MENINGGAL

Pertanyaan :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sebagai seorg anak, amalan apa saja yg bisa meringankan dosa orang tuanya yg sudah meninggal?
(selain do'a anak sholeh/sholeha...)

►Jawaban :
... Oleh Ustadz Abdussalam Busyro, LC :
(Disusun Di BBG Al Ilmu)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Banyak amalan yg bisa dilakukan jika orangtua telah wafat:
1•►Menunaikan wasiatnya jika dia berwasiat
2•►Berdo'a
3•►Menyambung silaturahim dgn teman2 orangtua kita
4•►Bersedekah atas nama mereka
5•►Menghajikan jika dia blm pernah haji
6•►Membayar hutang jika semasa hidupnya mempunyai tanggungan hutang yg blm terbyr

Oleh : Ummu Adam

http://m.salamdakwah.com/baca-forum/amalan-anak-yang-bisa-dilakukan-jika-orangtua-yang-sudah-meninggal.html
AMALAN ANAK YANG BISA DILAKUKAN JIKA ORANGTUA YANG SUDAH MENINGGAL

Pertanyaan :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sebagai seorg anak, amalan apa saja yg bisa meringankan dosa orang tuanya yg sudah meninggal?
(selain do'a anak sholeh/sholeha...)

►Jawaban :
... Oleh Ustadz Abdussalam Busyro, LC :
(Disusun Di BBG Al Ilmu)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Banyak amalan yg bisa dilakukan jika orangtua telah wafat:
1•►Menunaikan wasiatnya jika dia berwasiat
2•►Berdo'a
3•►Menyambung silaturahim dgn teman2 orangtua kita
4•►Bersedekah atas nama mereka
5•►Menghajikan jika dia blm pernah haji
6•►Membayar hutang jika semasa hidupnya mempunyai tanggungan hutang yg blm terbyr

Oleh : Ummu Adam
http://m.salamdakwah.com/baca-forum/amalan-anak-yang-bisa-dilakukan-jika-orangtua-yang-sudah-meninggal.html

Minggu, 31 Maret 2013

Kenapa Islam Terpecah 73 Golongan?



Kenapa Islam Terpecah 73 Golongan?

Pertanyaan:
Assalamu'alaykum, Qur'an kita satu tapi knapa Islam bisa berbeda2 sampai bisa ada 73 golongan ?

►Jawaban:
Setiap kelompok mengaku dalilnya quran dan hadist tapi mengapa bisa berbeda, umat Islam berpecah belah?

Umar juga mempertanyakan Hal Ini. Lalu Umar berdiskusi dg Abdullah bin Abbas

Umar bertanya :
hai abdullah bin Abbas mengapa umat Islam Ini berpecah belah? Padahal kitabnya 1, Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم -nya sama, kiblatnya sama

.
Abdullah bin Abbas :
ya amirul mukminin sesungguhnya :
▬ Al Quran ini diturunkan ditengah2 kita,
▬ kita yg pertama kali membacanya,
▬ kita memahami isinya,
▬ kita memahami seluruh tafsir alquran,
▬ kita paham benar bagaimana Cara mengamalkannya

Wahai amirul mukminin setelah kita meninggal maka :
▬ Akan lahirlah generasi selanjutnya,
▬▬ mereka membaca quran tp tidak memahami apa yg dimaksud, apa tafsir yg benar,

ketika
▬ mereka tidak paham maka mulailah keluar pemahaman2 yg menurut pemikiran mereka sendiri.
▬▬ Apabila setiap kelompok sudah berani mentafsirkan alquran menurut pemahaman masing2 maka umat Islam akan berpecah belah

____________________
Sumber: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.
http://m.salamdakwah.com/baca-forum/kenapa-islam-terpecah-73-golongan-.html